Thursday, December 8, 2011

Hidup Itu Seperti Gelembung Sabun

Beberapa jam yang lalu saya bermain di halaman rumah bersama anak-anak Om Dodik, yang punya rumah yang saya tempati (atau lebih tepatnya saya tumpangi) di Denpasar. Bermain bersama anak kecil itu selalu menyenangkan, karena tanpa sadar kita akan terbawa ke dunia mereka. Dunia yang ceria, dunia yang tanpa dosa. :)

Dan mereka bermain gelembung sabun. Pernah lihat dan pernah bermain pasti? Dulu, ketika masih seumuran mereka, saya juga suka bermain gelembung sabun. Membiarkan gelembung-gelembung sabun yang kita tiup beterbangan bebas ke udara, dan sebentar kemudian, POP!! Meletus. Berulang-ulang seperti itu.


Dan apa hubungannya dengan hidup? Hidup itu singkat, seperti gelembung-gelembung sabun yang kita buat. Sesederhana itukah? Menurut saya tidak.

Ketika gelembung-gelembung sabun itu meluncur dari alat tiup yang kita gunakan, mereka bisa saja turun dan meletus di tanah, atau terbang keatas dan meletus bersama angin. Begitupun hidup. Ketika kita jatuh terjerembab dan terpuruk, apakah kita akan memilih untuk tetap seperti itu? Pasrah mengikuti angin, meratapi nasib, kemudian mati dalam keadaan terpuruk. Kita bukan gelembung sabun yang hanya bisa mengikuti angin.

Yang jadi model: Stephanie Natalie
Mereka, gelembung sabun, tak sesempurna kita - manusia. Manusia punya tenaga untuk bangkit dari keterpurukan. Sayang tak semua manusia punya KEMAUAN untuk bangkit. Mau disamakan dengan gelembung sabun?

Sekarang, kita ke gelembung sabun yang naik keatas. Menurut Ustadz saya, manusia itu rejeki-nya sudah diatur Allah SWT. Mungkin ada dari kalian yang memang sejak lahir sudah diatas. Lahir dalam keluarga yang serba berkecukupan, tak kekurangan apapun, anak presiden mungkin? Seperti gelembung sabun yang terbang keatas, tetap saja akan meletus, apalagi ketika kita terlena dengan semua yang sudah kita miliki semenjak lahir. Ujung-ujungnya bisa ditebak. Orang yang tidak terbiasa berjuang, tidak terbiasa susah, ketika sudah sekali susah mereka akan kelabakan. Jadi, ya tetaplah belajar untuk berjuang dalam hidup.

Oke, tulisannya mulai nggak nyambung ya? Mari saya persingkat. Gelembung sabun yang kita mainkan itu indah, terutama ketika mereka terkena bias matahari, maka akan muncul pelangi di dinding-dindingnya. Sama seperti hidup, hidup kita itu indah, asal kita mau menikmatinya. Tapi hidup itu juga singkat, dan cuma sekali. Kalian mau hidup seperti apa? Mau bikin hidup terasa berat, or you just enjoy your life?

Selamat menikmati hidup.

NB: Teman saya bilang, "Hidup itu seperti orang diperkosa, kalau nggak kuat ngelawan ya nikmatin aja..."

1 comment:

  1. Agen Poker Terpercaya di Ceme Poker
    Tersedia Deposit via Gopay dan Ovopay
    Bonus Deposit 10% via Gopay dan Ovopay
    Pendaftaran : pokerpagi .com

    Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di :
    Whatsapp : 081333552227
    BBM : CEMEPKR

    ReplyDelete

Tulis apa yang ingin kamu tulis:

Powered By Blogger